Panduan Seller
Cara Menentukan Harga Jual Shopee agar Tetap Untung
Banyak seller hanya menambah margin di atas HPP, lalu baru sadar uang bersih yang masuk tidak sesuai target. Supaya tidak boncos, harga jual di Shopee sebaiknya ditentukan dari HPP, target profit, dan semua potongan biaya marketplace yang aktif di tokomu.
Komponen yang perlu dihitung dulu
Sebelum menentukan harga jual, pisahkan biaya yang benar-benar memengaruhi margin. Dengan begitu kamu tidak hanya mengejar harga murah, tetapi juga menjaga uang bersih yang diterima tetap sesuai.
- HPP produk: modal barang, packing, dan biaya operasional dasar per item.
- Target profit: nominal laba yang ingin kamu sisakan setelah semua potongan.
- Biaya Shopee: admin, layanan, dan proses pesanan sesuai skema toko.
- Promo seller: subsidi diskon, voucher, atau biaya iklan kalau aktif.
Urutan menentukan harga jual
-
1
Tentukan target uang bersih. Biasanya ini adalah HPP ditambah laba minimal yang ingin kamu jaga.
-
2
Catat potongan biaya Shopee yang berlaku di akunmu, termasuk biaya tetap per pesanan.
-
3
Hitung harga jual minimum yang masih membuat target uang bersihmu aman.
-
4
Bandingkan dengan harga pasar. Kalau terlalu tinggi, evaluasi HPP, promo, atau target laba.
Contoh pola berpikir yang aman
Misalnya HPP dan biaya operasional per produk adalah Rp75.000, lalu kamu ingin minimal menyisakan profit Rp25.000. Artinya target uang bersihmu adalah Rp100.000. Dari titik itu, baru hitung harga jual minimum setelah mempertimbangkan biaya platform.
| Komponen | Contoh nominal |
|---|---|
| HPP + biaya operasional | Rp75.000 |
| Profit minimum | Rp25.000 |
| Target uang bersih | Rp100.000 |
Kesalahan yang sering bikin margin bocor
- Langsung menyalin harga kompetitor tanpa menghitung potongan biaya di akun sendiri.
- Menganggap voucher, diskon, dan iklan tidak memengaruhi profit bersih.
- Tidak memisahkan biaya tetap per pesanan dari biaya yang berbentuk persentase.
- Menentukan harga hanya dari feeling, lalu baru mengecek margin di belakang.